Literasi Sebagai Media Implementasi Sekolah Perjumpaan

Sekolah Perjumpaan (SP) merupakan sebuah inovasi baru dalam pembelajaran nilai (karakter). Model ini menitikberatkan pembelajaran nilai-nilai moralitas dalam interaksi antar warga sekolah.

Adapun Literasi merupakan komponen kegiatan yang sangat strategis dalam pembelajaran model ini.  Literasi diposisikan sebagai media dari pembelajaran nilai. Bisa dikatakan literasi merupakan kegiatan inti dalam model ini.

Oleh karena itu, pembelajaran yang diterapkan pada awal semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 bagi kelas X dan XI di SMA Negeri 1 Gunungsari menggunakan pola Literasi Berbasis Sekolah.  Adapun sistem pelaksanaan  sekolah di masa Pandemi covid-19 masih tetap menggunakan sistem shift, yaitu shift Pagi dan shift siang dengan jumlah maksimal siswa 18 orang perkelas.  Setiap shift mendapat jadwal literasi maksimal 2 (dua) mata pelajaran. Materi Literasi kesatu yaitu mata pelajaran peminatan, sedangkan  literasi kedua yaitu mata pelajaran umum dan atau lintas minat. Kegiatan Refleksi oleh walikelas dijadwalkan tiap hari Jumat dan Sabtu.

Teknis literasi, tiap kelas siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok dibagi menjadi siswa A, B, dan C. Setiap siswa membaca dan memahami topik literasi mata pelajaran yang disampaikan guru di Google Classroom beberapa hari sebelumnya. Guru yang menyampaikan materi literasi membagi materinya menjadi 3 (tiga) topik. Topik 1 untuk siswa A, topik 2 untuk siswa B, dan topik 3 untuk siswa C. Siswa A menceritakan pemahaman literasinya kepada siswa B dan C, lalu siswa B menceritakan kepada siswa A dan C dan seterusnya.