Skip to content
SMA Negeri 1 Gunungsari

SMA Negeri 1 Gunungsari

Edukatif, Religius, dan Berbudaya

  • Beranda
  • Profil
    • Sambutan Kepala Sekolah
    • Visi dan Misi
    • Sejarah Singkat
    • Sarana dan Prasarana
    • Prestasi
    • Jurusan
    • Gallery
  • Sekolah Penggerak
    • Sekolah Perjumpaan
    • Kurikulum Merdeka
    • Projek-P5
    • Rapor Pendidikan
  • Form
    • Form Asesmen
    • Form Presensi
    • Form Observasi
  • Alumni
    • Basis Data
    • Kemitraan
  • Informasi
  • Home
  • Sekolah Perjumpaan
  • Dari Mencari hingga Berbagi: Menghidupkan Literasi Kimia melalui ChatGPT

Dari Mencari hingga Berbagi: Menghidupkan Literasi Kimia melalui ChatGPT

Posted on 28 Juli 2026 By Mansur Sipinathe
Sekolah Perjumpaan

Artikel: IDA WAHYUNI, S.Pd (Guru Kimia SMAN 1 Gunungsari)

PENDAHULUAN

Di kelas kimia, persoalannya bukan lagi sekadar kekurangan informasi. Siswa dapat memperoleh penjelasan dalam hitungan detik melalui mesin pencari atau ChatGPT. Namun, jawaban yang cepat belum tentu akurat, relevan, atau benar-benar dipahami. Tantangan sesungguhnya adalah membantu siswa membaca, memeriksa, menghubungkan, dan menjelaskan kembali informasi dengan bahasa sendiri.

Di sinilah peran guru bergeser, tidak hanya sekadar menyediakan sumber tetapi juga sebagai pendamping literasi serta klarifikasi. Dalam pembelajaran kimia, peran ini penting karena konsep-konsep abstrak baru menjadi bermakna ketika siswa mampu menerangkan alasan ilmiah di balik suatu gejala.

Kegelisahan itu tumbuh dari pengalaman saya mengajar kelas XI di SMAN 1 Gunungsari pada tahun pelajaran 2025–2026. Pada semester ganjil, kegiatan literasi mengandalkan buku paket. Siswa membaca, memilih informasi penting, lalu menyampaikannya dalam kelompok kecil. Buku menjaga kesesuaian materi, tetapi sebagian siswa masih menunggu informasi yang tersedia dan belum terbiasa memperluas pertanyaan atau menemukan hubungan antarkonsep.

Pada semester genap, saya memadukan buku paket dengan ChatGPT. Setiap kelompok umumnya terdiri atas tiga siswa. Mereka memperoleh prompt berbeda, menelusuri informasi dengan buku sebagai pijakan, lalu bergiliran menceritakan hasilnya. Dua anggota lain menyimak, bertanya, dan menanggapi. Tiga pencarian pun bertemu dalam satu percakapan belajar.

Pengalaman tersebut belum dirancang sebagai eksperimen dan tidak menggunakan kelompok kontrol. Namun, catatan rutin terhadap 108 siswa memberikan petunjuk awal. Setiap siswa memiliki sepuluh catatan pengamatan pada semester ganjil dan sepuluh pada semester genap yang diambil secara random. Kategori Berkembang, Cakap, dan Mahir dikonversi secara deskriptif menjadi skor 1, 2, dan 3.

Selengkapnya baca di : Dari Mencari hingga Berbagi: Menghidupkan Literasi Kimia melalui ChatGPT

Navigasi pos

❮ Previous Post: PENGUMUMAN KELULUSAN 2025/2026

Postingan Terbaru

  • Dari Mencari hingga Berbagi: Menghidupkan Literasi Kimia melalui ChatGPT
  • PENGUMUMAN KELULUSAN 2025/2026
  • (SMT-GENAP 2025)-REKAPITULASI PRESENSI, OTA, WALI KELAS OBSERVASI SP/P5, dan JURNAL GURU TP. 2024/2025
  • (SMT-GENAP 2025)-JURNAL GURU : PEMBELAJARAN, PENILAIAN DAN OBSERVASI KARAKTER TP. 2024/2025
  • (SMT-GENAP 2025)-PRESENSI Jam Pertama TP. 2024/2025

Kategori

  • Form Asesmen
  • Form Observasi
  • Form Presensi
  • Informasi
  • Kurikulum Merdeka
  • Opini
  • Prestasi Sekolah
  • Projek-P5
  • Rapor Pendidikan
  • Sekolah Perjumpaan
  • Facebook
  • Instagram
  • Youtube

Copyright © 2026 SMA Negeri 1 Gunungsari.

Theme: Oceanly by ScriptsTown